×
Gara - gara Jari Istri Terluka Nari Ciptakan Alat Pencukil Pinang Dari Limbah Kayu

bengkalis | Jumat, 29 Januari 2021

Gara - Gara Jari Istri Terluka Nari Ciptakan Alat Pencukil Pinang Dari Limbah Kayu

UTUSANRIAU.CO, BENGKALIS - Melihat jari telunjuk Istrinya selalu terluka pada saat mencungkil buah pinang dari buahnya menggunakan pisau.Neri Saputra membuat alat pengupas pinang sederhana yang tidak membahayakan penggunanya.

Neri (35 tahun) ini terlihat tekun dan asik mengerjakan pembuatan alat pengupas pinang gunakan pahat juga pesanan alat pembelah dan pencungkil kelapa di teras depan rumahnya.

Alat yang Neri siapkan merupakan karyanya yang terinspirasi kala jari telunjuk sang istri, yang terluka saat mengupas pinang. "Ide awalnye saya melihat orang rumah mengerjakan (membelah,red) pinang ini pakai pisau tangannya terluka. Dengan itu saya buat alat pengupas pinang ini yang sederhana, tidak membahayakan tapi efektif bisa digunekan banyak orang," kata Neri Saputra kepada wartawan, Kamis (28/01)

Neri mulai merancang alat tersebut mulai pada Juli 2020 dan mulai dibuat sebulan kemudian dengan memanfaatkan kayu limbah di sekitar lingkungannya. "Banyak tetangga yang minat, lalu kami produksi berbahan kayu bekas kami ketam, kami amplas ulang, dicat," ungkapnya.

Dari bulan Agustus 2020 hingga saat ini, lebih kurang 50 pasang alat tadi telah dibuat Neri yang juga mendapat bantuan tenaga dari abang dan adiknya. "Pembelinye kebanyakan orang Bengkalis, kalau dari luar Bengkalis macam tadi kita kirim ke Jakarta, Aceh, Medan, Padang yang tau alat ini dari media sosial facebook," sebutnya.

Dalam menentukan harga, Neri mempertimbangkan para petani pinang calon pembeli alat karyanya bukanlah dari kalangan orang berada. "Jadi kita taruk harga serendahnya. Kalau ongkos kirim, sekilo tiga puluh ribu untuk ke Jakarta yang kite kirim tadi seberat 2 kilo dengan ongkos enam puluh ribu perpasang," terang ayah dari 2 putri, Qadriana Rahmadani (8 th) dan Khaira Askadina (4 tahun).

Neri yang tinggal di Jalan M Toha Gang Karet Desa Pangkalan Batang Barat, Bengkalis Riau ini sangat bahagia kala alat temuannya bisa membantu orang lain dalam bekerja. "Kita bisa membantu orang khususnye petani pinang yang umumnya masyarakat kecil, kite bisa memudahkan pekerjaan mereka dengan biaya pembelian alat ini yang tidak terlalu menekan petani," kata Neri dengan nada iba seraya menyebutkan harga pinang saat ini Rp12.000/kg.

Kedepannya, Neri punya mimpi memiliki pabrik khusus produksi alat pembelah dan pengupas pinang portabel setelah proses penyempurnaan yang akan dilakukannya. "Harapan kedepannya kite punye pabrik khusus produksi alat ini. Alat ini kite sempurnakan, kite bikin versi modern, pakai mesin atau bisa digerakkan pakai ban sepeda motor sehingga alat ini tetap sederhana, murah tapi menggunakan mesin," tutur Neri yang mengaku suka bereksperimen dan pernah ikut lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) tahun 2013 di tajaan Balitbang dan masuk 30 besar dengan karya alat multi fungsi olahraga, mencuci pakaian, blender dan kukur kelapa.

"Pernah bikin sketsa alat penanam bakau pertama di dunia, pernah bikin sketsa penyapu jalan dan pembersih padang rumput. Kalau biasenye kite membersihkan lapangan sepakbola itu seminggu dikerjakan lime orang gotong royong, dengan alat karya kami cume butuh tige jam alat pemotong rumputnye. Alat ini sudah disketsa, sudah eksperimen tapi belum bisa kami publikasikan," bebernya.

Neri Saputra pernah kuliah di STIE Syariah Bengkalis jurusan akuntansi tapi tak selesai ini dalam memenuhi kebutuhan konsumennya mengalami kendala terbatasnya peralatan juga tempat khusus produksi. "Kalau kite ade tempat khususnye mungkin lebih mudah lagi, ni tempat lesehan aje, depan teras," katanya lagi.

"Semoga ini bisa bermanfaat bagi bagi orang banyak. Ingat, kalau tak ade duit, boleh niru, kalau ade duit beli dulu," katanya dengan bijak di akhir wawancara.

Saat jurnalis media ini melihat langsung proses kerja membuat alat tadi, terlihat dua kenalannha datang bertandang. Mereka saling berbagi pengalaman diantaranya penggunaan mata bor yang harus diganti dan pengerjaan peritem dengan jumlah lebih dari satu.

"Saye merasa bangga, sebab satu-satunye putra daerah yang ade nilai seninya, bisa mengolah barang-barang bekas bisa digunakan yang adew nilai di masyarakat. Kite pun ini baru tau keberadaan beliau (Neri yang bisa membuat alat) ini," kata kerabat Neri yang bernama Ridwan yang juga melihat proses pengerjaan.(yes)