×
Pengprov IODI Provinsi Rau Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlit Berprestasi

olahraga | Sabtu, 1 Mei 2021

Pengprov IODI Provinsi Rau Resmi Dilantik, Siap Cetak Atlit Berprestasi

UTUSANRIAU.CO - Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Provinsi Rau resmi dilantik, Sabtu (1/5/2021). Pelantikan yang digelar di RS Syafira ini langsung dilakukan oleh Sekertaris Jenderal (Sekjen) IODI pusat Made Suparmi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau Raja Marjohan Yusuf dan juga Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Provinsi Riau, Bobby Rahmad.

Sekjen IODI pusat Made Suparmi dalam sambutannya mengatakan Dancesport menjadi salah satu dari 10 Cabang Olahraga yang dicoret pada PON di Papua.

"Tentu kita sangat bersedih sekali, dengan kuota yang kita dapatkan, dengan perjuangan kita, namun ternyata kita belum bisa dipertandingkan di Papua karena keterbetasan dari tuan rumah. Itu kita maklumi. Namun memang ada opsi lain bahwa untuk Dancesport akan dipertandingkan di Jawa Timur dengan kesiapan Jatim. Kita sudah cari venue disana, dan ternyata dari Panitia Besar (PB) PON tidak bisa menerima. Tapi kita harus berbesar hati dengan perjuangan atlet dan pengurus yang luar biasa," ujar Made Suparmi, Sabtu (1/5/2021).

Ia berharap untuk tahun 2024 nantinya Dancesport akan bisa dipertandingkan di PON Sumatera Utara dan Aceh.

"Kami sudah mengajukan 23 kategori, semoga tak ada pengurangan lagi. Jadi harapan kami dari 19 Pengprov yang ada di IODI semuanya bisa terwakili dan bisa mendapatkan hadiah medali. Termasuk Riau," harapnya.

Plt Ketua Umum KONI Riau Raja Marjohan mengaku sangat senang bisa hadir dalam pelantikan IODI Riau dan menyampaikan ucapan selamat kepada ketua terpilih dan seluruh anggota yang dilantik hari ini.

"IODI ini adalah Cabang olahraga yang baru bergabung di KONI, namun memang bukan hal yang baru lagi di dunia olahraga. Mungkin bagi kita masih baru, namun di daerah lain ini sudah sangat maju. Bahkan di negara Barat ini sudah sejak lama bahkan disebutkan juga Afrika dan Amerika sejak tahun 1930 sudah ada hal seperti ini," sebutnya.

Disampaikan Raja Marjohan, IODI ini adalah olahraga kompetisi dan prestasi. Beda tentunya dengan sosial dance yang hanya untuk hiburan dan pergaulan. Tapi kalau ini untuk kompetisi dan berprestasi.

"Artinya kita siap-siap untuk sama-sama nanti paling tidak duduk sama rendak, tegak sama tinggi dengan provinsi-provinsi yang lain," sebutnya.

Meskipun IODI Riau ini masih baru, namun ternyata Riau sudah mendapatkan medali perunggu di Pra PON Bali 2019. Tentu ini adalah hal yang sangat membanggakan.

"Untuk itu meski kita tidak bisa ikut tampil di PON Papua mendatang, namun seperti disampaikan oleh Sekjen, pada PON 2024 mudah-mudahan kita bisa ikut tampil dan menorehkan prestasi," harapnya.

Kadispora Provinsi Riau, H.Boby Rachmat, SSTP, M.SI menyampaikan ucapan selamat atas pelantik pengurus IODI Riau yang dipimpin oleh Iwa Sirwani Bibra.

"Saya kira ini adalah suatu hal awal yang menjadi pembuka jalannya pengembangan olahraga Dancesport di Provinsi Riau.Sebagaimana dikatakan Sekjen Dancesport ini sudah berkembang lama tetapi mungkin dalam konsistensi pengembangannyanya saja yang memang haru konsisten baik dalam multi ivent ataupun single ivent yang dilaksanakan," ucapnya.

Meski Dancesport dicoret dari PON Papua, diharapkan ini menjadi peluang bagi IODI Riau untuk mempersiapkan terutama para atlet dan juga pelatih untuk bisa mengikuti Pra PON di tahun 2023.

"Kami dari Pemerintah Provinsi Riau, siap mendukung dan juga memfasilitasi IODI Riau dalam pengembangan bahkan dalam pelaksanaan ivent kedepannya. Karena memang itu adalah tugas dan pelayanan Provinsi dalam hal ini Dispora bagaimana memfasilitasi baik itu pembinaan maupun juga dalam hal penyediaan sarana dan prasarana bahkan juga dalam mendongkrak prestasi olahraga terutama di Riau dan tentunya bisa memberikan kontribusi yang baik kedepannya untuk Indonesia," sebut Kadispora.

Ketua Pengprov IODI Riau Iwa Sirwani Bibra mengatakan acara pelantikan IODI semula akan dilakukan secara offline dan Online. Namun ternyata dari Pengurus Pusat (PP) IODI berkenan hadir secara langsung untuk melantik pengurus IODI Riau.

"Mudah-mudahan dengan pelantikan yang dilakukan secara langsung ini akan lebih menambah semangat kita dalam menajalankan amanah yang disampaikan pada saat pelantikan tadi," ungkap Iwa.

Disampaikan Iwa, karena Dancesport ini adalah hal yang baru di Riau, tentu sebagai pengurus harus banyak belajar dan banyak mengetahui apa itu Dancesport. Terlebih Dancesport ini adalah olahraga prestasi, jadi IODI Riau harus menciptakan atlet berprestasi.

"Terlebih saat ini kan IODI sebagai wadah sudah terbentuk, tentu kami akan menghimpun dan mengajak atlet-atlet dari sanggar-sanggar atau klub yang sudah beraktivitas dalam nomor-nomor pertandingan yang selama ini dipertandingkan di kegiatan kejuaraan Dancesport," Cakapnya.

Sebagai pengurus yang baru, lanjut Iwa, pihaknya juga akan secara aktif melakukan sosialisasi IODI di tengah-tengah masyarakat. "Sehingga IODI dengan program keolahragaannya ini bisa diterima secara luas oleh masyarakat di bumi lancang kuning," Cakapnya.

Saat ini, lanjut Iwa, IODI sudah terbentuk di 6 Kabupaten/Kota di Provinsi Riau. Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pelantikan untuk IODI yang sudah terbentuk.

"Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan Rapar Kerja (Raker) untuk menyusun program-program kedepan sesuai arahan dan pedoman. Kemudian juga kita akan mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) di Bali untuk memilih pengurus yang baru dan program-program untuk kedepannya yang harus disusun untuk ditindaklanjuti," ucapnya.

Terkait harapan untuk IODI Riau dalam PON 2024 mendatang, Iwa menyampaikan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyiapkan atlet terbaiknya. Terlebih masih ada waktu yang cukup lama.

"Jika memang nantinya tidak bisa mengikuti semua nomor, namun paling tidak untuk nomor-nomor yang sudah dipertandingkan bisa kita pertahankan dan lebih baik lagi," harapnya. **ck/red