×
Timur Angin Berbagi Tips Fotografi Human Interest, Yuk Simak!

gaya hidup | Sabtu, 31 Juli 2021

Timur Angin Berbagi Tips Fotografi Human Interest, Yuk Simak!

UTUSANRIAU.CO, JAKARTA  - Sejak diberlakukannya pembatasan sosial sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 terjadi perubahan tren di masyarakat Indonesia dalam melakukan kegiatan. Mayoritas dari masyarakat kini beralih ke kegiatan yang dapat dilakukan secara online. 

Menurut data Google Trends Indonesia, pencarian kelas online, pelatihan online, dan online workshop mengalami kenaikan hingga 180 persen sejak Maret 2021 hingga saat ini. Melihat hal tersebut, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk memfasilitasi nasabahnya untuk belajar hal-hal baru dalam pengembangan diri melalui platform Live More Society dalam program #LiveMoreAndLearnMore, dan dalam kesempatan ini adalah pelatihan fotografi, Jumat 30 Juli 2021.

Kali ini, kelas online yang berlangsung dari program #LiveMoreAndLearnMore oleh Bank DBS Indonesia adalah kelas “Human Interest Photography” bersama Timur Angin. Timur Angin merupakan seorang fotografer kawakan yang sudah lama berkecimpung dalam dunia fotografi profil perusahaan, fotografi komersial dan underwater photography di Indonesia. Di dalam fotojurnalisme, human interest photography mencakup kehidupan individu atau masyarakat yang seringkali masuk dalam bagian feature.

Dalam dunia fotografi, terdapat banyak hal menarik yang dapat kita abadikan melalui kamera yang kita miliki, salah satunya adalah kehidupan manusia atau yang sering disebut dengan human interest photography. Human interest photography merupakan jenis fotografi yang menampilkan manusia yang menunjukkan adanya hubungan emosi dan simpati yang mendalam dalam foto tersebut. Human interest photography terdiri dari street photography, portrait photography, foto jurnalistik, wedding photography dan sport photography.

Timur Angin menjelaskan, “Human interest photography merupakan foto yang menceritakan isi tentang manusia yang berada di suatu lingkungan tertentu dengan apa adanya. Fotografi ini mengkhususkan untuk memotret orang sebagai fokus utamanya. Tapi tidak menutup kemungkinan menjadikan orang hanya sebagai pendukung di dalam framing-nya. Selama di foto tersebut ada manusia yang tertangkap di kamera, natural, menampilkan sisi keseharian manusia yang difoto dan terdapat cerita di dalamnya dan membuat orang lain yang melihatnya bisa turut hadir di dalam foto tersebut. Dengan memotret human interest, itu mengasah kemampuan menentukan angle, dan belajar berkomunikasi lebih baik lagi dengan orang-orang yang saya potret. Tantangan dalam memotret human interest adalah ketika berhadapan dengan orang-orang yang tidak suka dipotret. Selain itu, kepekaan bukan hanya soal berhadapan dengan manusia, tetapi juga dengan benda.” ** Sumber: rilis