×
5 Golongan Orang yang Masuk Neraka meski Dianggap Rajin Shalat

religion | Sabtu, 13 November 2021

Ilustrasi shalat di waktu maghrib. (Foto: Istimewa/ foto: internet/ilustrasi)

UTUSANRiAU.CO  - Ada 5 golongan orang yang masuk neraka meski dianggap sebagai seorang yang rajin shalat. Sebab ibadah lima waktu bukan sekadar rutinitas di sela-sela aktivitas, tapi juga dikerjakan dengan khusyuk dan sungguh-sungguh.

Ketika shalat, ummat Islam harus bisa memenuhi syarat dan rukun shalat. Bila dikerjakan dengan benar, shalat sesungguhnya akan memberikan pengaruh yang baik bagi kehidupan seorang muslim.

Berbeda halnya bila shalat ini nyatakanya tak mengubah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran surah Al-Ankabut ayat 29. "Sesungguhnya shalat bisa mencegah dari perbuatan keji dan munkar."

Inilah 5 golongan orang yang rajin shalat, tapi malah diancam masuk ke dalam neraka:

1. Hobi berdusta

Salah satu ciri orang munafik yakni suka berdusta. Balasan dari orang yang suka berdusta adalah siksa yang pedih di akhirat kelak. Tidak sedikit kita mendapati orang-orang yang rajin shalat, namun kerap berbohong.

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya kejujuran menunjukkan kepada perbuatan baik, dan perbuatan baik menunjukkan kepada surga dan sesungguhnya seseorang yang membiasakan jujur ia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya dusta menunjukkan kepada perbuatan dosa, dan perbuatan dosa menunjukkan kepada neraka, dan seseorang yang biasa berdusta ia akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta." (HR. Bukhari Muslim).

2. Suka minum khamr

Khamr atau minuman keras dan juga obat-obatan terlarang termasuk barang yang diharamkan karena memberikan efek kerusakan bagi tubuh maupun pikiran. Perbuatan ini mestinya dijauhi oleh orang-orang yang shalat.

Allah SWT berfirman dalam Al-Quran ayat 90, "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan anak panah adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapatkan keberuntungan."

3. Percaya dukun

Percaya atas perkataan dukun dan ramalan-ramalan merupakan perbuatan dosa karena mengandung unsur syirik. Rasulullah melarang umatnya mendatangi dukun atau peramal, terlebih mempercayai perkataannya.

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Barang siapa mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya tentang sesuatu, tidak diterima shalatnya selama 40 hari." (HR. Muslim dan Ahmad).

"Barangsiapa mendatangi dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

4. Ahli ghibah dan bergunjing

Berprasangka buruk atau menggunjingkan seseorang dengan membuka aib atau kejelekannya termasuk perbuatan dosa, sehingga Allah melarang keras hamba-Nya melakukan ghibah, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang. Jangan pula menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang." (Al-Quran Surah Al-Hujarat ayat 12).

5. Abaikan anak yatim dan dhuafa

Seorang muslim seharusnya bukan hanya sibuk dengan ibadah kepada Allah, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan di sekitar, bahkan disebutkan bahwa tidak akan sempurna iman seseorang bila mereka mengabaikan anak yatim dan orang-orang miskin. ***

Sumber : Langit7.id