×
Ketua DW FT Unri Berbagi Pegetahuan Tentang Metode Autolisis

kampus | Kamis, 17 Februari 2022

Ketua DW FT Unri Berbagi Pegetahuan Tentang Metode Autolisis

UTUSANRIAU.CO - Pembuatan kue donat dengan menggunakan metode autolisis ini terbukti sangat mempermudah dalam pembuat kue donat. Karena itu, dalam rangka berbagi pengetahuan kepada seluruh pihak, kami memberikan pelatihan praktis kepada seluruh lapisan masyarakat.

Demikian yang disampaikan Nurfatihayati ST MT kepada redaksi, Rabu (16/2/2022) saat berada di Kampus Bina Widya UNRI terkait dengan tindak lanjut kegiatan Pengadian kepada masyarakat yang dilakukan pada 11 Februari 2022 kemarin di Kampus UNRI kepada anggota Dharma Wanita Persatuan Sub Unit Fakultas Teknik UNRI.

“Masyarakat tentunya familiar dengan kue donat, terbuat dari bahan-bahan yang cukup sederhana dan bisa dibuat oleh siapa saja. Meskipun demikian, dalam pembuatan donat tidaklah mudah, terutama pada tahapan proses pengulenannya sehingga banyak orang lebih memilih membeli donat yang sudah jadi, bahkan ada yang memilih untuk membuat sendiri agar lebih yakin terkait dengan higienis dan terjaminnya kualitas bahan yang diolah. Karena itulah kami memberikan solusi metode autolisis dalam proses tahapan tersebut,” kata Nurfatihayati.

Pada kesempatan lain, Fivi Zulfianilsih ST MT Ketua Dharma Wanita Persatuan Sub Unit Fakultas Teknik UNRI, mengatakan kegiatan pelatihan-pelatihan praktis seperti ini musti banyak kita selenggarakan. 

“Pelatihan pembuatan kue donat dengan metode autolisis ini tentunya sangat bermanfaat. Ibu-ibu jelas semakin bersemangat membuat makanan sehat untuk keluarga. Kegiatan ini tentunya bisa berkolaborasi dalam pelatihan-pelatihan lain untuk dapat memberdayakan para Ibu Rumah Tangga untuk lebih kreatif dan inovatif.”

Pada kesempatan itu, Dra Drastinawati MSi selaku Ketua Tim Pengabdian, menyebutkan “pada Jumat 11 Februari 2022 kemarin, Tim melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan kue donat  dengan metode autolisis.Metode autolisis ini adalah, tepung dicampurkan dengan air dan beberapa bahan lain kemudian dilanjutkan dengan mendiamkan adonan dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk gluten. Proses ini dapat membuat adonan donat menjadi kalis dengan sendirinya tanpa perlu adanya intervensi proses pengulenan yang membutuhkan banyak tenaga atau energi.”

Lebih lanjut, ujar Drastinawati “pada pelatihan-pelatihan yang kita laksanakan, juga disampaikan tentang cara membuat cemilan lain dengan metode autolisis. 

Selain itu, para peserta diberikan edukasi mengenai bahan aditif berbahaya yang biasa digunakan dalam proses pembuatan kue atau roti, serta pengenalan alternatif penggantinya. 

Dengan memberikan edukasi tentang metode autolisis kepada masyarakat, tentunya hal ini akan dapat memberikan manfaat yang besar untuk meningkatkan produktivitas. 

Apalagi dengan metode autolisi yang kami perkenalkan, bisa memberikan semangat bagi masyarakat dalam meningkatkan produktifitasnya ditengah pandemi saat ini,” jelas dosen Fakultas Teknik ini menjelaskan.  ** Red