×
Menghadapi Bonus Demografi: UNRI Lulusan Berkualitas

kampus | Selasa, 22 Februari 2022

Menghadapi Bonus Demografi: UNRI Lulusan Berkualitas

UTUSANRIAU.CO - Realisasi Program Nasional dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang digulirkan sejak beberapa tahun lalu melalui Program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, menjadi program andalan dari Pemerintah Pusat untuk membentuk karakter anak bangsa serta membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas. 

Hal ini disampaikan Rektor Universitas Riau (UNRI) Prof Dr Ir Aras Mulyadi DEA, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr M Nur Mustafa MPd pada pidatonya dalam kegiatan Sidang Terbuka Senat UNRI dalam rangka wisuda Program Pascasarjana ke-50, Program Profesi ke-44, Program Sarjana ke-113, Program Diploma ke-54 secara online atau dalam jaringan (daring), Selasa (22/02/2022).


“Rentang tahun 2025 sampai 2045, Indonesia mengalami bonus demografi. Indonesia merupakan satu diantara negara berkembang penyumbang sekitar 70 persen tenaga kerja produktif yang akan mengisi dunia kerja. Berdasarkan pendataan dari Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bahwa tenaga kerja dunia berkisar usia 20 sampai 64 tahun dapat meningkat dari 3,9 miliar pada tahun 2010 menjadi hampir 5,3 miliar pada tahun 2050. Dari 5,3 miliar pekerja tersebut, hampir 70 persen atau 3,7 miliar ada di Indonesia,” urai Rektor.

“Berkaitan dengan hal tersebut, Badan Pusat Statistik (BPS) dalam buku Analisis Statistik Sosial mengatakan penyerapan angkatan kerja secara optimal ke dalam pasar kerja merupakan bagian dari upaya pemanfaatan jendela peluang untuk meraih bonus demografi. Pemanfaatan peluang ini terkait dengan kualitas dan kuantitas angkatan kerja atau usia produktif 15 sampai 64 tahun serta ketersediaan lapangan pekerjaan. Upaya peningkatan kualitas angkatan kerja perlu dilakukan mulai dari golongan remaja dan pemuda berusia 15 sampai 20 tahun agar dapat mengoptimalkan penyerapan angkatan kerja demi tercapainya peluang bonus demografi,” ujarnya.

Lebih lanjut, mencermati kondisi bonus demografi tersebut, UNRI adalah bagian dari aspek utama dalam mempersiapkan tantangan tersebut khususnya dalam mempersiapkan kualitas (SDM). Bonus demografi akan menjadi peluang yang positif apabila dipersiapkan mulai saat ini. Kualitas dan kuantitas angkatan kerja atau usia produktif serta ketersediaan lapangan pekerjaan menjadi indikator penting dalam meraih manfaat dari bonus demografi ini.

“Saat ini, dapat kita bayangkan dari sebanyak 2.049 orang wisudawan yang dikukuhkan pada periode ini, apabila masing-masing memanfaatkan keahlian akademiknya di berbagai bidang, maka akan banyak manfaat yang akan dihasilkan bagi diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan disekitarnya, dan tentunya berimplikasi pada kemajuan dan pembangunan bangsa dan negara ini,” ucapnya.

“Karenanya, UNRI bukan hanya tempat mentransfer ilmu saja, tetapi juga wadah pembentukan karakter calon pemimpin dan kontributor untuk mengisi peluang bonus demografi bahkan pembangunan dan kemajuan bangsa untuk masa depan. Berbagai pengalaman serta ilmu pengetahuan yang telah diperoleh oleh wisudawan selama menjalani pendidikan di UNRI. Pengalaman serta ilmu pengetahuan inilah yang menjadi bekal bagi tamantan UNRI berkecimpung dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

M Nur, menyampaikan pelaksanaan pengukuhan kali ini sebanyak 2049 wisudawan, dibagi menjadi dua gelombang, yakni pada hari pertama Selasa 22 Februari 2022 dilaksanakan wisuda Pascasarjana sebanyak 234 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) sebanyak 143 orang, Fakultas Kedokteran (FK) sebanyak 81 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 324 orang, dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 187 orang.

Pada hari kedua Rabu 23 Februari 2022 dilaksanakan wisuda Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) sebanyak 179 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 349 orang, Fakultas Pertanian (FP) sebanyak 122 orang, Fakultas Teknik (FT) sebanyak 223 orang, Fakultas Hukum (FH) sebanyak 112 orang, dan Fakultas Keperawatan (FKp) sebanyak 61 orang.

Tambahnya, perlu adanya kontribusi lulusan UNRI untuk memberikan kemajuan dan perkembangan bagi daerah, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya. Selalu meluangkan pandangannya pada pembangunan dan kemajuan universitas.

 “Pandangan itu dapat berupa peran aktif alumni dalam setiap kegiatan kampus. Bahkan dapat berkontribusi melalui aksi-aksi nyata yang dapat banyak memberikan manfaat. Lakukanlah peran dan fungsi yang bisa memberikan manfaat besar bagi universitas.”

M Nur, lebih lanjut menyampaikan satu dari berbagai indikator keberhasilan dari proses pendidikan yang dilaksanakan di UNRI, dapat dilihat dari keberhasilan alumni dalam menjalankan peran mereka di jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun berbagai bidang pekerjaan yang mereka jalani secara profesional sesuai minat dan kemampuan.

Dalam hal ini, alumni memiliki posisi yang strategis, sebab meskipun tidak lagi bagian aktif dalam proses pendidikan di Perguruan Tinggi, namun besarnya rasa memiliki dan pengalaman yang penuh saat menjadi mahasiswa dapat menghasilkan berbagai konsep-konsep, pemikiran, maupun masukan yang dapat membangun karakter bagi sivitas akademika yang ada, tutupnya. ***mad